Pahlawan
revolusi adalah pahlawan yang gugur saat peristiwa G 30 S / PKI pada saat 30
September 1965. Pahlawan revolusi ada 7, yaitu: A.Yani, R. Soeprapto, M.T.
Haryono, S. Parman, D.I. Panjaitan, Soetoyo S., dan P.A. Tendean. Berikut
adalah cerita sewaktu mereka diculik
JENDERAL TNI ANUMERTA
AHMAD YANI
gambar diambil dari sini
Lahir di Purworejo, JATENG, pada tanggal 19
bulan Juni tahun 1922. Yani menjadi target utama penculikan gerombolan G 30 S /
PKI. Sesampainya di rumah Yani, mereka mengetuk pintu dan dibukakan oleh Edi,
anaknya Yani yang baru berumur 7 tahun. Para
penculik kemudian menyuruh Edi untuk membangunkan ayahnya. Yani yang masih
mengenakan piyama biru itu datang dan menemui para penculik. Mereka berkata
bahwa Yani diperintahkan segera menghadap presiden. Yani menyanggupi, tapi Yani
akan mandi terlebih dahulu. Para penculik mengatakan tidak perlu. Akhirnya,
Yani pun marah dan menamparnya. Para penculik segera menembak Yani. Yani pun
gugur dan jenazahnya di lemparkan ke dalam sebuah truk dan dibawa ke sebuah
sumur di sebuah desa yang bernama Lubang Buaya.
LETNAN JENDERAL TNI
ANUMERTA RADEN SOEPRAPTO
gambar diambil dari sini
Lahir
di Purwokerto, Banyumas, JATENG, pada tanggal 20 bulan juni tahun 1920. Saat
itu soeprapto tidak bisat tidur karena sedang sakit gigi. Ketika soeprapto
mendengar para penculik membuka pintu pagar, kemudian soeprapto menanyakan
siapa diluar dan dijawab bahwa mereka adalah anggota cakrabirawa. Soeprapto
segera keluar dari kamarnya dan membuka
pintu rumah. Para penculik berkata bahwa soeprapto diperintahkan segera menghadap
presiden. Soeprapto menyanggupi, tapi akan menggati pakaian terlebih dahulu.
para penculik menolak. Para penculik
memaksa Soeprapto masuk kedalam truk.
Akhirnya, Soeprapto masuk kedalam truk. Soeprapto tidak sadar bahwa dirinya
telah ditipu. Soprapto dibawa ke desa lubang buaya. Disana Soeprapto disiksa
dan dibunuh secara kejam oleh para penculik [PKI]. Kemudian jenazahnya
dilemparkan ke dalam sebuah sumur.
LETNAN JENDERAL TNI
ANUMERTA MAS TIRTODARMO HARYONO

gambar diambil dari sini
Lahir
di Surabaya, JATIM, pada tanggal 20 bulan Januari tahun 1924. Para penculik
mengetuk pintu rumah dan istri Haryono membukanya. Para penculik menyampaikan
bahwa Haryono diperintahkan untuk menghadap presiden. Pesan itu disampaikan
kepada Haryono. Namun Haryono menolak dan menyuruh mereka datang kembali pukul
08.00 WIB. Istri Haryono menyampaikan pesan Haryono kepada para penculik. Para
penculik pun juga menolak dan para para penculik tetap memaksa. Setelah
mendengar jawaban dari istrinya, Haryono merasa ada yang tidak beres. Haryono
menyuruh istri dan anak-anaknya agar berpindah ke kamar sebelah. Karena
permintaannya tak terpenuhi, para penculik marah dan memasuki rumah Haryono.
Ruangan di dalam rumah Haryono sangat gelap gulita. Seorang penculik membakar
sebuah surat untuk menerangi ruangan. Mereka masuk ke kamar Haryono dan para
penculik menemui Haryono di dalam kamar dan langsung menembaki Haryono. Haryono
pun tewas di tempat. Jenazahnya kemudian di lemparkan ke sebuah truk untuk
dibawa ke Lubang Buaya.
LETNAN JENDERAL TNI
ANUMERTA SISWONDO PARMAN

gambar diambil dari sini
Lahir
di Wonosobo, tanggal 4 bulan Agustus tahun 1918. Parman terbangun saat
mendengar kegaduhan di luar. Ketika Parman membuka pintu, Parman merasa heran
kenapa banyak anggota cakrabirawa. Para penculik menyampaikan bahwa beliau
diperintahkan untuk segera menghadap presiden. Parman menyanggupi. Lalu, Parman
menuju kamar untuk berganti pakaian dinas. Parman diikuti oleh para penculik.
Istri Parman menaruh rasa curiga. Saat Parman hendak berangkat, beliau menyuruh
istrinya untuk menelepon JEND.AHMAD YANI. Tetapi telepon rumahnya di rebut oleh
salah seorang penculik. Parman masuk kedalam sebuah truk. Istri Parman m enyadari
bahwa ini tipu daya dari pasukan cakrabirawa. Istri Parman ingin memberitahu
suaminya bahwa ini adalah tipuan mereka. Tapi Parman sudah pergi. Parman terkejut ketika sampai di desa lubang buaya.
Disana Parman Disiksa dan dibunuh disana. Jenazahnya kemudian dimasukan ke
dalam sebuah sumur.
MAYOR JENDERAL TNI
ANUMERTA DONALD ISACUS PANJAITAN

gambar diambil dari sini
Lahir
di Balige, Tapanuli, SUMUT, pada tanggal 9 bulan juni tahun 1925. Para penculik
mengepung kediaman Panjaitan, dengan cara melompat pagar halaman sebelah kiri.
Mereka memanggil dan membentak panjaitan
dibawah tangga. Mereka menembak seorang pembantu yang sedang tidur di lantai
bawah. Panjaitan terbangun ketika mendengar suara tembakan. Para penculik
kembali memanggil dan membentak Panjaitan. Panjaitan turun ke lantai bawah dengan
memakai pakaian seragam lengkap dihiasi tanda jasanya. dan menemui para
penculik para penculik sambil berdoa. Saat beliau berada dihadapan para
penculik, Beliau ditembak oleh seorang penculik. Pajaitan tewas seketika.
Kemudian jenazahnya dilemparkan ke sebuah truk dan dibawa ke sebuah sumur di
desa lubang buaya, Jakarta Timur.
MAYOR JENDERAL TNI ANUMERTA SOETOYO
SISWOMIHARJO

gambar diambil dari sini
Lahir di Kebumen, JATENG, pada tanggal 23 bulan agustus tahun 1922. Soetoyo terbangun ketika mendengar kegaduhan di luar. Soetoyo menanyakan siapa mereka. Mereka menjawab bahwa mereka adalah tamu dari Malang. Para penculik menggendor pintu rumah dan pintu kamar dengan keras sehingga sel pintu rumah dan sel pintu kamar rusak. Para penculik mengatakan bahwa Soetoyo diperintahkan segera menghadap presiden. Soetoyo menyanggupi, tetapi akan mengganti pakaian dinas terlebih dahulu. Para penculik menolak dan tetap memaksa Soetoyo masuk kedalam sebua truk. Akhirnya, Soetoyo masuk ke dalam sebuah truk tanpa memakai seragam dinas. Di dalam truk, tangan soetoyo diikat ke belakang dan mata Soetoyo diikat dengan kain merah. Soetoyo dibawa ke desa lubang buaya. Disana beliau disiksa dan dibunuh secara kejam. Kemudian jenazahnya dimasukan kedalam sumur yang lumayan dalam.
Lahir di Kebumen, JATENG, pada tanggal 23 bulan agustus tahun 1922. Soetoyo terbangun ketika mendengar kegaduhan di luar. Soetoyo menanyakan siapa mereka. Mereka menjawab bahwa mereka adalah tamu dari Malang. Para penculik menggendor pintu rumah dan pintu kamar dengan keras sehingga sel pintu rumah dan sel pintu kamar rusak. Para penculik mengatakan bahwa Soetoyo diperintahkan segera menghadap presiden. Soetoyo menyanggupi, tetapi akan mengganti pakaian dinas terlebih dahulu. Para penculik menolak dan tetap memaksa Soetoyo masuk kedalam sebua truk. Akhirnya, Soetoyo masuk ke dalam sebuah truk tanpa memakai seragam dinas. Di dalam truk, tangan soetoyo diikat ke belakang dan mata Soetoyo diikat dengan kain merah. Soetoyo dibawa ke desa lubang buaya. Disana beliau disiksa dan dibunuh secara kejam. Kemudian jenazahnya dimasukan kedalam sumur yang lumayan dalam.
KAPTEN CZI ANUMERTA PIERE ANDREAS
TENDEAN
gambar diambil dari sini
Lahir
di Jakarta, pada tanggal 21 bulan Februari tahun 1939. Tendean adalah ajudan
JENDERAL BESAR A.H. NASUTION. Saat itu Tendean sedang menginap di rumah
Nasution. Saat mendengar kegaduhan di luar rumah, Tendean pergi menuju halaman
rumah untuk memeriksa keadaan. Seorang penculik segera menyergap Tendean karena
dikira Nasution. Tendean langsung dibawa pergi ke lubang buaya oleh para
penculik. Disana Tendean disiksa dan dibunuh secara kejam. Jenazahnya kemudian
dimasukan kedalam sumur.
Itulah
cerita mereka sewaktu diculik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar