Nama
saya Rio. Nama panjang saya Rio punawarman. umur saya 10 tahun.Saya kelas 4 SD.
Saya tinggal di daerah Lebak, Banten. Suatu hari, saya akan pindah rumah ke
daerah Batu, Jawa Timur. Saya pergi ke Batu naik bus. Kata ayah, kami akan
pindah ke rumah yang berhantu. Katanya, disana banyak sekali roh – roh yang
sangat jahat. Sesampainya di terminal, saya naik taksi menuju ke rumah baru
saya. Sesampainya di rumah baru, kami masuk ke rumah kami yang baru. Truk sudah
tiba. Tukang pengangkut barang sedang meletakan barang-barang kami kedalam
rumah itu.
“Anak-anak!
Ikut ayah ke lantai 2!” Perintah ayah.
Kami pun segera ke lantai 2.
“Ini
adalah kamar Irvan, Rio, dan Naufal” Kata ayah. Naufal adalah nama adiku yang
berumur 8 tahun. Nama panjangnya adalah Naufal linggayanto. Dia sudah kelas 2
SD. Sementara Irvan adalah nama kakakku yang berumur 17 tahun. Nama panjangnya
adalah Irvan maoelana. Dia sudah kelas 2 SMA. Lalu ayah menuju kekamar yang penuh dengan gambar Barbie.
Kamar itu berwarna pink.
“ini
adalah kamar Aulia, Putri, dan Nanda” Kata ayah. Aulia adalah kakak tertua ku
yang berumur 20 tahun. Nama panjangnya adalah Aulia linggayanti. Dia kuliah di
univertitas negeri Rangkasbitung. Tetapi, karena kami pindah ke Batu, dia di
dataftarkan di univertitas negeri Batu. Beliau kuliah kedokteran. Beliau sudah
semester 2. Beliau juga sudah mempuyai pacar Bernama Dito. Dia menangis disaat
mendengarkan ayah menyuruh kami sekeluarga akan pindah ke Batu karena berpisah
dengan Dito, pacarnya. Putri adalah adiku yang berumur 7 tahun.Nama panjangnya
adalah Putri dewiyanti. Dia sudah kelas 1 SD. Nanda adalah adikku yang berumur
6 tahun. Dia adalah anak bungsu. Nama panjangnya adalah Nanda maryanti. Dia
masih sekolah di taman kanak-kanak. Nanda belum bisa membca dan menulis, serta
belum mengenal huruf dan angka. Tapi dia sudah pandai mengucapkan kata-kata.
KEESOKAN
HARINYA….
Saya
sedang bermain sepak bola bersama Aulia, Irvan, Naufal, Putri dan Nanda.
Saya
dan Naufal ikut timnya Irvan. Sementara, Nanda dan Putri ikut timnya Aulia.
Akhirnya, Tim laki-laki menang dalam skor 10-0. Setelah bermain sepak bola,
kami melihat anak perempuan dan anak laki-laki.
“siapa
nama kalian?” Tanya putri.
“Aku
adalah mutiara putri, panggil saja Mutiara, Dan Ini adalah saudara kembarku,
adit manutro, panggil saja Adit.” Jawab Mutiara, anak perempuan itu
“Kalian
kelas berapa?” Tanya Aulia.
“Kami
sudah kelas 3 SD” Jawab Adit.
“Nama
kalian siapa?” Tanya Adit.
“Namaku
Aulia, dan ini adalah adik-adiku, yang ini Irvan, ini Rio, ini Naufal, ini
Putri, dan yang ini adalah Nanda.” Jawab Aulia.
“Kalian
pindahan dari mana?” Tanya Mutiara
“
Kami pindahan dari Lebak.”Jawabku.
“Sudah
ya…, Kami pulang dulu.”
“Dimana rumah kalian?”
“Rumah kami terletak di
dekat pohon beringin, di gang Mawar”
Selepas itu, Mereka
pulang. Aku sudah tahu dimana pohon beringin di gang Mawar, sebab, tadi pagi,
aku keliling ke gang itu naik sepeda. Gang itu terletak tepat di samping kanan dari depan rumah baruku. Rumah baruku
terletak di jalan raya yang ramai. Bahkan, di depan rumahku juga ada sebuah
mall yang sangat amat ramai. Tepat disamping kiri dari depan rumah berdiri
sebuah rumah sakit yang sangat besar.Saat matahari terbenam, kira-kira jam
21.00, Adit dan Mutiara datang lagi kesini. Adit memakai kemeja dan celana
panjang berwarna putih, sementara baju dan rok mutiara berwarna putih. Rambut
Mutiara panjang sekali, seperti kuntilanak.
“Mengapa kau kesini
malam-malam? Kalian tidak tahu, bahwa ini waktunya kita untuk tidur?” Tanyaku.
Lalu, secara mendadak, Adit berkata:
“Tiap malam kami akan
kesini! Kita tidak berani dengan cahaya matahari!”
“Memangnya mengapa
malam dan siang kalian tidak dirumah?” Tanyaku
“Ini rahasia! Semua
orang tidak boleh tahu!” Kata Mutiara. Aku mulai curiga kepada mereka. Apakah
mereka adalah hantu? Dan jika mereka berkeliaran disiang hari, maka mereka akan
mati? Sudahlah, jangan menfitnah mereka.
“Apakah kalian punya
teman lagi?” Tanyaku. Mereka menggeleng. Lalu mereka hilang tanpa sebab.
KEESOKAN HARINYA………..!
Aku bercerita tentang
mereka kepada kakak dan adik-adikku.
“ah......., kakak mimpi
kali..” Kata Naufal
“Ini benar, Naufal!
Mereka berkata bahwa mereka tidak berani dengan sinar matahari! Kalau tak
percaya, kita selidiki mereka!” Kamipun segera ke rumah mereka. Tapi, saat
sampai dipohon beringin itu, tidak ada rumah sekalipun! Yang ada hanya ladang
yang sangat amat luas. Ladang itu mengelilingi pohon beringin itu.
“Aku curiga dengan
pohon beringin ini. Ayo kita selidiki” Kata Putri. Semua pun memanjat kepohon
itu kecuali Putri dan Nanda yang tak bisa memanjat. Kami tak temukan apa-apa. Tiba-tiba, aku
mendengar jeritan Putri dan Nanda. Aku segera melompat turun dari pohon itu.
Tiba-tiba mereka menghilang! Kami pun mencari mereka. Akhirnya, kami pun memutuskan
untuk bepencar. Kami tak temukan mereka. Akhirnya, kami pasrah dan memutuskan
pulang ke rumah.
“Nanda dan Putri
kemana?” Tanya ibu. Kami tak bisa menjawab. Kami pun berbohong.
“Mereka sedang ke
koperasi sekolah untuk membeli perlengkapan sekolah” Jawab Aulia
terputus-putus. Kami pun segera tidur.
KEESOKAN HARINYA………..
Ayam jantan berkokok.
Putri dan Nanda belum juga pulang! Lalu Mutiara dan Adit muncul mendadak
dihadapanku. Mereka tanpak biasa. Tidak mengerikan seperti kemarin. Mereka
memberikan kotak kecil.
“ Didalam kotak itu ada
sebuah komedi putar mainan. Isinya sih ada 6 kuda-kudaan, tetapi, saat aku
lihat lagi, isinya tinggal 4.” Kata Adit. Lalu mereka menghilang mendadak. Aku
pun sarapan pagi. Selesai sarapan pagi, Aku bermain komedi putar mainan itu.
Tiba-tiba, kuda-kudaannya menjadi 3! Kenapa kuda – kudaannya bisa menghilang? Tiba-tiba,
Aulia berteriak dan berkata:
“ Rio…, Naufal
menghilang dari kamarnya!” Aku terkejut mendengar hal itu.`Lalu, aku sadar
bahwa ini terpegaruh dengan kuda-kudaan itu. Lalu, Aku melihat Adit dan
Mutiara. Mereka menatapku dengan tajam. Muka mereka murung. Keadaan mereka
mengerikan.
“ Kau telah tertipu,
Rio! Kami sebenarya adalah roh yang sangat kejam! Kami mati karena dahulu Aku
tidak disukai siapa-siapa. Lalu, Kami
memilih mati dari pada hidup. Sejak kami mati, kami ingin mencari manusia untuk
dijadikan teman!” Kata Adit. “ Dan, kami telah menghisap darah adik-adimu! Dan
mereka sudah mati dan mereka sudah menjadi hantu!” Lanjut Mutiara. Lalu, mereka
menculik Aulia. Aku membangunkan Irvan.
“Kakak…! Adit dan
Mutiara membunuh Kak Aulia, Naufal, Putri, dan Dan Nanda!” Kataku.
“Apa, Jadi mereka telah
menipu kita. Kalau begitu, Kita tanyakan kepada warga kepada para warga!” Kami
pun menyakakan kepada warga tentang Adit dan Mutiara.
“ Ceritanya begini.
Pada bulan yang lalu, mereka bunuh diri karena orang-orang tidak menyukainya.
Mereka mati di sebuah pohon beringin yang besar. Tetapi, saat diselidiki
polisi, mereka tak temukan apa-apa.” Cerita pak Anto, salah satu warga disana.
Kami pun menuju pohon beringin itu. Kami menyakan tentang Adit dan Mutiara
kepada para warga. Pak Wawan, salah satu warga yang telah mengetahui keberadaan
mereka. Mereka ditemukan di rumah di dekat pohon beringin. Kami menemukan
Aulia, Nanda, Putri, dan Naufal. Kami juga menemukan Adit dan Mutiara. Mereka
semua sudah mati
“Aulia…, Naufal….,
Putri…, Nanda….., jangan tiggalkan aku.” Aku menagis saat aku melihat aku
melihat mereka semua sudah mati.
“Innalilahi wa
innalilahi rojiun” Ucap Irvan sambil menagis.
Lalu, mereka dikubur dengan layak. Bau badan mereka sangat membusuk. Apalagi
Adit dan Mutiara yang sudah mati sejak lama.
DUA TAHUN KEMUDIAN…..
Sejak mereka semua
sudah dikubur dengan layak, Dirumahku tidak ada hantu lagi. Aku selalu
mendoakan Aulia, Naufal, Putri, dan Nanda supaya arwahnya diterima di sisi
Allah SWT.
TAMAT!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar